Resume Paper 5 Skripsi Informatika

Aplikasi Pendukung Pengambilan Keputusan Pemilihan Jurusan di Universitas Muhammadiyah Malang

oleh Caesar yoga pratama

 

Sistem pendukung keputusan (SPK) merupakan sistem informasi berbasis computer yang digunakan untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan suatu permasalahan yang tidak terstruktur. Dalam implementasi aplikasi ini penulis bertujuan untuk merancang dan membuat aplikasi tersebut dengan menggunakan metode analytic hirarcy process (AHP) yang di implementasikan ke dalam bahasa pemograman php. Metode analytic herarcy process (AHP) adalah suatu metode dalam merinci suatu situasi yang kompleks, yang terstruktur kedalam suatu komponen-komponennya. Artinya dengan menggunakan metode AHP kita dapat memecahkan suatu masalah dalam pengambilan keputusan. Konsep dari metode AHP adalah merubah nilai-nilai kualitatif menjadi nilai kuantitatif sehingga keputusan-keputusan yang keluar lebih objektif. Dengan terciptanya aplikasi ini diharapkan dapat memberikan solusi permasalahan pemilihan jurusan yang cepat, tepat dan efisien sesuai dengan pertimbangan.

AHP merupakan suatu proses dari permasalahan yang tidak terstruktur menjadi terstruktur dengan mendekomposisi permasalahan kedalam bentuk yang lebih sederhana untuk kemudian mendefinisikan terhadap factor-faktor yang terlibat dalam permasalahan pengambilan keputusan tersebut. Pada hakekatnya AHP merupakan suatu model pengambil keputusan yang komprehensif dengan memperhitungkan hal-hal yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Dalam model pengambil keputusan dengan AHP pada dasarnya berusaha menetupi semua kekurangan dari model-model sebalumnya. AHP juga memungkinkan ke struktur suatu sistem dan lingkungan kedalam komponen saling berinteraksi dan kemudian menyatukan mereka dengan mengukur dan mengatur dampak dari komponen kesalahan sistem.

Terdapat dua tahap dalam metode AHP yaitu : penyusunan hirarki dan evaluasi hirarki. Penyusunan hirarki merupakan bagian terpenting karena dari snilah validitas dan keampuhan model dapat di uji. Adapun proses penyusunan hirarki secara praktis adalah sebagai berikut :

  1. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang akan diinginkan.
  2. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan umum, dilanjutkan dengan kriteria dan kemungkinan alternative pada tingkatan kriteria yang paling bawah.
  3. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan pengaruh relative setiap elemen terhadap masing-masing tujuan atau kriteria yang setingkat diatasnya. Perbandingan dilakukan berdasarkan penilaian dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibandingankan dengan elemen yang lainnya.
  4. Melakukan perbandingan berpasangan sehingga diperoleh penilaian sebanyak x [(n-1)/2] buah, dengan n banyaknya elemen yang dibandingkan.
  5. Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya, jika tidak konsistensi maka pengambilan data diulangi.
  6. Mengulangi pada langkah 3,4 dan 5 untuk seluruh tingkat hirarki.
  7. Menghitung vector eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan. Nilai vector merupakan bobot setiap elemen. Langkah ini untuk mensistensi penilaian dalam penentuan prioritas elemen-elemen pada tingkat hirarki terendah sampai pencapaian tujuan.
  8. Memeriksa konsistensi hirarki, jika nilai lebih dari 10% maka penilaian data harus diperbaiki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s