Teori Neo-Malthus dalam Kependudukan

Pada abad 19-20 teori malthus diperdebatkan, pada kelompok menyokong teori malthus disebut Neo-Malthus. Namun kelompok ini banyak yang tidak setuju dengan teori Malthus bahwa untuk mengurangi jumlah penduduk cukup dengan moral restrains saja. Namun, mereka menganjurkan menggunakan semua cara “preventive checks”, misalnya menggunakan alat kontrasepsi untuk mengurangi kelahiran.

Paul Ehrlich dalam buku “The population domb”(1971), menggambarkan penduduk dan lingkungan yang ada didunia. Pertama, dunia ini sudah terlalu banyak penduduk. Kedua, keadaan bahan makanan sudah sangat terbatas. Ketiga, karena sudah terlalu banyak  manusia ini lingkungan sudah banyak yang rusak dan tercemar. Dan kemudian Paul beserta istrinya menulis buku yang berjudul “The population explotion” yang isinya bom penduduk yang dihawatirkan tahun 1968  sewaktu-waktu akan meletus, dan pencemaran serta kerusakan alam akan semakin merajalela dikarena banyaknya penduduk. Dengan kata lain, kemampuan lingkungan suatu saat tidak akan mampu menampung jumlah penduduk yang semakin bertambah.

Pada tahun 1972, Meadow menerbitkan sebuah buku “The limit to growth” yang memuat variabel antara lingkungan, penduduk, produksei pertanian, produk industri, populasi dan sumber daya alam. Pada waktu sumber alam masih berlimpah, maka bahan makanan per kapita, hasil industri, dan pepnduduk bertambah cepat. Pertumbuhan ini akhirnya akan menurunkan sejalan menurunnya persedian sumber daya alam yang akan habis pada tahun 2100.

Walaupun dibuat asumsi yang bervariasi, namun tetap saja terjadi malapetaka seperti kelapran, polusi, hasbisnya sumber day alam tidak dapat di hindari, hanya waktunya saja dapat ditunda. Ada dua kemungkinan  yang dapat dilakukan, yaitu membiarkan malapetaka terjadi atau manusia membatasi pertumbuhannya dan mengelola lingkungan alam dengan baik (Jones, 1981).

Ahli-ahli biologi dan lingkungan menyambut baik buku the limit to groeth ini, karena memiliki kesamaan dengan hewan dan tumbuhan dimana pertumbuhannya sangat dibatasi oleh daya tampung alam. Sebaliknya, ahli-ahli sosial mengkritik dengan menganggap bahwa Meadow tidak memasukkan unsur-unsur sosial dan budaya dalam pembuatan modelnya.

Untuk menunjang pemahaman di atas, anda bisa membaca “Macam-macam Kebijakan dalam Kependudukan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s