Tingkatan-tingkatan Istighfar

Ada beberapa tingkatan yang merupakan deretan inti dari istighfar. Sahl at-tusturi berkata “setiap hamba mesti merasakan Tuhan dalam setiap waktu dan tempat. Jika dia dapat merasakan-Nya, maka dia akan selalu sempurnakan kekurangan ibadah kepada-Nya.” Jika berbuat maksiat dia berkata: Ya Allah, tutupilah aibku ini. Ketika telah melakukan maksiat, dia berkata: Ya Allah, terimalah toubatku ini. Jika sudah bertobat dia berkata: Ya Allah, karuniakanlah keselamatan dari melakukan maksiat. Jika telah mengamalkan segala perintah-Nya, dia berkata: Ya Allah terimalah amalku ini.

Sahl at-tusturi pernah bertanya mengenai istighfar yang dapat menghapus dosa. Dia menjawab, “awal dari istighfar adalah istijaabah, kedua inaabah, ketiga tobat.” Istijaabah adalah perbuatan anggota tubuh. Inaabah adalah perbuatan hati. Tobat adalah menghadap kepada Allah dengan meninggalkan makhluk kemudian meminta ampunan-nya dari kelalaian dan kebodohan untuk bersyukur. Jika ketiga hal diatas dilakukan, maka Allah SWT akan mengampuni pelaku dosa. Dia menjadi tempat kembalinya. At-tsuri menambahkan: “ketenangan akan terancap dalam hati sanubari hamba jika di iringi dengan ilmu, zikir, ridha dan tawakal kepada Allah SWT.”

Istighfar tidak cukup dengan kata-kata, namun istighfar dengan hati yang tulus ikhlas dan takut kepada Allah SWT atas dosa-dosanya. Terkadang dua amal perbuatan bisa sama, namun dihadapan Allah ganjaran atau pahalanya berbeda. Dua orang laki-laki bisa sama berada dalam satu shaf barisan sholat, namun kekhusyukannya dalam sholat berbeda.

Coba hayati kisah seorang umat Muhammad SAW, yang telah dicatat dalam hadist bithaqah, hanya dengan bermodalkan  “Tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan aku bersaksi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya”. Ia dapat mengalahkan berat 99 kejahatan sehingga ia tak jadi di siksa. Namun, mengapa banyak orang yang masuk neraka, padahal mereka juga meng-esakan Allah?? Apa karen atauhid mereka sampai dimulut saja??

Jika mau jelas hal diatas, coba renungkan orang yang penuh cinta dalam hatinya kepadamu dengan orang yang tidak mencintaimu. Apakah keduanya kau anggap sama? Apakah kau memperlakukan hal yang sama?

Coba renungkan kisah seorang yang telah membunuh 100 nyawa manusia, namun sebelum menjelang kematian ia benar-benar tobat dan beristighfar kepada Allah SWT, ia masuk surga dengan ketauhidan yang tulus dihatinya. Tidak hanya kisah tersebut, ada lagi kisah seorang perempuan pezina terhadap anjing yang sedang kehausan. Anjing itu begitu haus, samapai ia memakan tanah demi menghilangkan kehausannya. Namun dengan hati yang bersih dan tulus, perempuan itu mengambil air dari sumur dengan sepatu bootnya. Dia tidak menghiraukan musibah atau letih yang ia alami untuk masuk sumur.  Dia telah membantu seekor anjing yang kebanyakkan orang malah menyiksa dan memukulnya. Dia tidak berharap balasan apa-apa dari anjing itu. Maka perempuan pezina itu dengan tulus ikhlas semata-mata karena allah SWT, maka segala dosanya di ampuni oleh Allah. Begitulah Allah memberikan keputusan kepada amal dan perbuatannya. Dihadapan Allah SWT amal yang dilakukan benar-benar ikhlas walau sedikit bisa membumi hanguskan segala kejahatan sebanyak apapun. Subhanaallah, allahuakbar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s