Kisah gadis kecil

Ada sebuah kisah yang menurut saya ini patut saya tulis di sini, karena saya ingin setiap orang tua bisa mengerti akan perasaan buah hatinya.

Di sebuah desa kecil, terdapat sebuah rumah yang sangat sederhana, halamannya tidak luas akan tetapi banyak pepohonan yang sejuk yang selalu memberi warna berbeda. dalam keluarga tersebut terdapat satu seorang ibu, satu seorang anak gadis, kakek, nenek, dan buyut.

Seorang gadis itu sebut saja namanya Lie. Lie adalah gadis yang tumbuh tanpa belaian kasih sayang seorang ayah. Dan Lie juga jarang di perhatikan oleh ibunya. Dia tumbuh dengan kasih sayang dari neneknya. Dia selalu ingin merasakan bagaimana bisa di gendong oleh seorang ayah yang selalu kita hormati setiap hari. Dia juga ingin merasakan di ajak kemana dan di antarkan, bahkan ingin sekali di temani oleh seorang ayah dalam hari-harinya. tapi sayangnya, Dia tidak bisa merasakannya.

Dia merindukan ayahnya, sangat rindu sekali, Bagi saya tidak mudah melewati hidup bertahun-tahun tanpa dukungan dan motivasi dari seorang ayah. Padahal sosok ayah itu masih ada? Lie juga bukan gadis yatim.

Lie ingin bertemu ayah kandungnya, dia selalu berdoa agar bisa ketemu dan tahu siapa ayah kandungnya, kenapa keluarganya selalu menyembunyikannya, dan hanya neneknya yang menceritakan bagaimana sosok ayahnya itu. tapi yang buat Lie lebih sedih lagi adalah ibunya yang selalu marh-marah kepadanya. Seakan-seakan Lie ini tak di harapkan lagi, atau mungkin rasa dendam dan kebencian terhadap suaminya berambas pada Lie, padahal itu semua bukan salah Lie.

Lie mencoba sabar-sabar dan terus sabar. waktu Lie semasa di bangku sekolah dasar Lie sempat memeliki teman baik. Neneknya selalu mensupport untuk belajar dan sekolahnya. sedang Ibunya pergi keluar kota untuk bekerja. Lie tidak kecewa kalaupun ibunya pergi meninggalkan dia, Dia mencoba mengerti bahwa ibunya pergi untuk biaya sekolah Lie juga. Tapi Lie merasa sakit hati ketika teman sekolah Lie menfitnah bahwah ibunya adalah wanita yang tidak baik. bahkan Lie selalu di olok-olok tak punya ayah. Neneknya yang di penggil emak itu selalu dan selalu menenangkan Lie dan menyakinkan Lie agar lie tidak mendengarkan omongan orang lain.

Lie setiap hari menunggu kedatangan ibunya dari luar kota, sesekali ia jenguk pintu depan tetap saja ibunya tak kunjung tiba. Dia sangat merindukan ibunya, walaupun ibunya sering marah-marah terhadapnya. Lie sayang pada ibunya, emak, mbah, dan bapak. Bulan berganti dan terus berganti, tapi Lie masih tetep menunggu ibunya. Lie sedih karena dalam hidupnya serasa kurang kasih sayang dari kedua orang tua. Seorang ayah kandung yang meninggalkan dia saat umur empat bulan dan bercerai dengan ibunya, semenjak perceraian itu ibunya un sering marah-marah terhadapnya.

Sudah lama Lie menunggu kedatangan ibunya, dan akhirnya saat penantiannya pun berakhir. akan tetapi saat ibunya pulang dia melihat ibunya bersama lelaki lain. Dalam hatinya ia berfikir”Apakah itu ayah kandung ku?” tapi itu semua salah, rupanya ibu mau menikah lagi denga laki-laki itu. semakin terpuruk aku melihat itu semua. Sebenarnya bukan ini yang di harapkan Lie, lie hanya ingin bertemu dengan yah kandung Lie, bukan ayah baru. Tapi Lie tak bisa berbuat apa-apa dan pernikahan ibunya pun berlangsung. Tidak lama kemudian ibunya hamil dan melahirkan bayi laki-laki, namanya Re. Semenjak kelahiran Re, Lie semakin tak dihiraukan dan tak di pedulikan lagi sama ibunya. Ibunya lebih sayang ma Re daripada dirinya. hatinya hancur ketika melihat itu semua, dia merasakan kegitiraan hidup yang sangat pahit di usia dia yang beranjak remaja. Lie sangat sedih, bahkan Dia sempat tidak mau melanjutkan sekolah di bangku SMP karena semua itu tidak berguna dan tidak akan mengrubah apa-apa.

Tapi lagi-lagi emak selalu metakinkan Lie untuk tidak putus asa. karena masa depan Lie masih panjang. Saat cobaan bertub-tubi menghatamnya, saat itu pula dia mulai mendapat sedikit cahaya harapan. Lie tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan ayah kandungnya. Ayah yang di rindukan dan dinanti-nanti selama bertahun-tahun akhirnya bisa ketemu juga.

Dan bagi Lie, kado terindah selama hidup dia hingga sekarang ini adalah ketika dia bertemu dengan ayah kandungnya. Dia bahagia bersma sosok ayah yang baik hati, dan selalu dermawan. Tapi sayangnya Lie tak bisa tinggal bersama ayah kandungnya, dia hanya bisa bertemu setiap dua bulan sekali. tapi itu semua sudah cukup baginya. Karena itulah kebahagian yang terindah dalam hidupnya.

One thought on “Kisah gadis kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s