Istiqamah

Secara etimologis, istiqomah berasal dari kata istaqamah-yastaqimu, yang berarti tegak lurus. Dalam kamus besar Indonesia , istilah istiqamah di artikan sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Dalam terminology akhlaq, istiqamah adalah sikap teguh dalam mempertahankan keimanan dan keislaman sekalipun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan. Seorang yang istiqamah adalah laksana batu karang di tengah-tengah lautan yang tidak bergeser sedikitpun walaupun di pukul oleh gelombang yang bergulung-gulung.

Dieiwayatkan bahwa seorang sahabat yang bernama sufyan ibn Abdillah meminta rasulullah saw supaya mengajarkan padanya intisari ajaran agama islam dalam sebuah kalimat yang singkat, pdat dan menyeluruh, sehingga dia tak perlu menanyakan lagi kepada siapapun di masa yang akan dating. Memenuhi permintaan sahabatnya tersebut, Rasulullah bersabda:

“Katakanlah: Saya beriman kepada Allah ,kemudian Istiqamahlah”(HR. Muslim)

Iman yang sempurna ialah iman yang mencakup 3 dimensi:

  1. Hati
  2. Lisan
  3. Amal perbuatan

Orang beriman haruslah istiqamah dalam ketiga dimensi tersebut. Dia akan selalu menjaga kesucian hatinya, kebenaran perkataannya dan kesusuaian perbuatannya dengan ajaran islam. Ibrat jalan, seorang yang istiqamah akan selau mengikuti jalan yang lurud dan jalan yang paling cepat mengantarkan ke tujuannya.

Ujian Keimanan

Ujian keimanan itu tidak selamanya dalam bentuk yang tidak menyenangkan, tapi juga dalam bentuk yang menyenangkan. Keberhasilan bisnis juga ujian seperti kebangkrutan. Pujian juga ujian, celaan juga ujian. Seorang mukmin yang istiqamah akan selalu tetap teguh dengan keimanannya menghadapi 2 macam cobaan. Dia tidak mundur olah ancaman, siksaan, segala macam hambatan lainnya.

Rasulullah SAW adalah contoh teladan yang utama dalam istiqamah. Baik dalam siksaan, ancaman, celaan maupun dengan bujukan. Beliau tidak bergeser sedikitpun dari jalan Allah. Ingatlah betapa tegasnya jawaban nabi terhadap bujukan pemuda quraisy:”paman, demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, dengan maksut suapaya aku meninggalkan tugas dakwah ini, sungguh tidak akan aku tinggalkan. Biar nanti Allah yang akan membuktikan kemangan di tangaku, atau kau akan binasa karena-Nya”.

Dalam ayat QS Fushilat ayat 30-32, bahwa di dalam ayat  tersebut di jelaskan bahwa orang yang beristiqamah akan mendapatkan beberapa hikmah atau buah kebaikan, antara lain:

  1. Dijauhkan oleh Allah dari rasa takut dan sedih yang berlarut-larut atau negative baik dalam masa depan maupun masa lalu.
  2. Akan mendapatkan kesuksesan dalam kehidupannya di dunia, karena dia akan di lindungi oleh Allha SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s