Bentuk Umum Keluarga Industri-Kota

Keluarga industri-kota adalah keterpencilannya dari keluarga yang lain. Keluarga industri-kota tidak tertanam dalam sebuah matriks hubungan kekrabatan yang luas atau besar. Relative hanya sedikit saja keluarga industry-kota yang mempertahankan hubungan erat dengan sejumlah sanak family yang bukan keluarga langsung.

Keluarga industry-kota ialah keluarga ini berdasarkan keluarga suami istri karena keluarga bukan lagi berstandart pada ikatan harta milik, tempat, tanah, atau keluarga luas, maka stabilitas keluarga itu keberhasilannya atau kegaagalannya tergantung kepada kecocokan suami-istri. Yang sangat penting dalam sitem keluarga ini ialah kemampuan suami dan istri untuk saling menyesuaikan dir. Maka pasangan harus di pilih berdasarkan selera pribadi, yakni bedasarkan daya tarik romantisnya, kecocokan seksual dan daya tarik kepribadian.

Keluarga modern di tandai oleh persamaan derajat dalam peran, misalnya ayah tidak seautoriter dalam keluarga patrialkhal, ayah dalam keluarga industry-kota harus menyesuaikan kepribadiannya dengan kebutuhan emosional istrinya. Istri mempunyai status yang relative tinggi dalam system keluarga kita. Kemungkinan mempunyai pekerjaan diluar rumah. Selanjutnya istri dekat dengan dan dapat  mempenggaruhi anak-anaknya.

Peran anak telah berubah secara drastis. Anak bukan lagi dianggap  sebagai harta kekayaan, tetapi dalam banyak hal dianggap sebagai beban. Hal ini mengakitbankan berkurangnya jumlah anak-anak keluarga. Dengan demikian sia nak mempunyai kesempatan lebih baik untuk untuk surbibe dan untuk kesehatan. Si anak juga juga mempunyai kesempatan untuk muncul sebagai status yang sama seperti orang dewasa, paling tidak seorang individu denga hak-hak yang nyata. Sedikitnyajumlah anak dalam keluarga mningkat keterlibatan emosional orangtua pada anak-anak mereka. Si anak dalam masyarakat kita mendapat kasih sayang dan perhatian cukup besar.

Satu lagi segi penting dari struktur peran keluarga kita ialah terpisahnya termpat kerja dari rumah. Konsekuensinya ialah bahwa si ayah tidak dapat lafi berfungsi sebagai seorang  model(panutan) bagi putranya. Atau paling tidak  semakin sulit baginya melaksanakan fungsi ini, akibatnya ialah bahwa di masyarakat kita hanya sedikit saja anak laki-laki yang secara sadar ingin  menyamai atau melebihi ayah mereka. Konsekuensi lainnya ialah bahwa anak-anak diserahkan kepada ibu mereka. Si ibu yang harus memeberi kasih sayang kepada mereka, mengurus mereka dan mendisiplinkan mereka.

Dalam suasa modern fungsi keluarga berubah secara drastic. Keluarga bukan lagi merupkan unit ekonomi utama dalam masyarakat. Fungsi prosukti prooduktifnya hamper seluruhnya telang hilang. Di bidang ekonomi, keluarga berfungsi terutama sebagai suatu unit konsumsi dan untuk memotivasi kegiatan ekonomi. Fungsi religious, fungsi rekreasi bahkan fungsi pendidikan di sediakan oleh lembaga-lembaga lain. Di pihak lain, fungsi efeksional keluarga menjadi lebih penting lagi. Berbeda dengan impersonalitas, anonimitas dan kekerasa masyarakat modern, demikian juga disektor industrinya, terdapat kehangatan, kelembutan dan kualitas pribadi yang hebat dalam kehidupan keluarga. Banyak perkawinan berakhir dengan penceraian oleh karena kegagalan fungsi efeksional menunjukkan pentingnya fungsi ini dalam keluarga modern.

Jadi industry mempengaruhi bentuk keluarga modern dalam banyak hal. Isolasi keluarga dapat ditelusuri kepada tuntutan industry akan mobilitas. Penekanan pada hubungan suami-istri juga berkaitan dengan ideology persamaan hak yanf sebagian ditimbulkan oleh industralisme. Sifat fungsional keluarga menggambarkan suatu kompromi antara kenutuhan industralismedan kebutuhab emosional manusia.

Pengaruh langsung industry pada keluarga terjalin dengan struktur jabatan industry. Hal ini berlangsung dengan dua cara. Di satu pihak, jabatan tertentu yang dimiliki seseorang dalam industri menentukan banyak aspek kehidupan keluarga secara langsung. Selanjutnya jabatan menetukan jumlah waktu si pemegang jabatan itu di rumah, entah waktu tersebut pada malam hari atau siang hari. Hal ini bias merembes ke dalam kehidupan keluarga secara tidak kentara.

Kenyataan bahwa suatu keluarga merupakan anggota kelas atau kelompok status tertentu menetnukan banyak cirri-ciri structural dan fungsional keluarga tersebut, misalnya jumlah anak-anak dalam keluarga, peran ayah, posisi ibu. Peran orang tua, kakek, nenek, dan kerentanan keluarga terhadap krisis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s