Industralisme dan Keluarga Tradisional

Pada waktu industralisme memasuki peradaban barat, ia menjumpai masyrakat feudal yang terdiri dari kelas-kelas social yang ditetapkan secara kaku yang dihubungkan saru sama lain olrh seperangkat hak-hak dan kewajiban yang rumit, yang keseruluhannya dirugikan oleh gereja yang sangat kuat.

     Keluarga ini berada dalam kerangka pertalian yang besar. Hubungan eraat tetap dijaga dengan keluarga-keluaraga yang dipertalikan oleh perkawinan oleh fubungan darah. Karena keluarga biasanya stabil dan jarang yang bermigrasi, maka semua sanak family saling mengenal dengan baik. Sebuah lingkungan atau bahkan satu desa terdiri dari beberapa keluarga luas(extended family) saja.  Keluarga luas in bukan hanya produk suatu masyarakat yang stabil, tetapi juga mambantu menjamin  stabilitas ini. Keluarga luas ini memberikan dukungan kepada keluarga-keluarga kecil di dalamnya, keluarga luas ini menjalankan norma-norma dan nilai-nilai tradisional. Perkawinan umumnya diatur dan bukan diarur dari romantismenya tetapi dari segi keadaan social ekonominya. Tipe keluarga beginipun belum hilang sekarang ini. Keluarga seperti in tetap ada dimana industralisme belun masuk.

     Industralisme dengan cepat menghancurkan  keluarag a ini, sampai sekarang tetap demikian setiap kaliindustralisme memasuki suatu wilayah rau suatu Negara. Indistralisme berbuat demikian, pertama karena industrialism harus memusatkan pertlian keluarga dengan tanah atau tempat dengan maksut untuk mengisi kota dengan para buruh yang tidak memiliki tanah millik, tergantung sepenuhnya sama pabrik untuk penghidupan mereka. Industry bahkan tidak bias toleransi suatu keluarga kota yang mempunyai “akar” mendalam  karena industrialisme membutuhkan populasi yang mobil, mobil secara sosial meupun secara geografis.

Kedua, industrialisme bertentangan dengan hubungan keluarga tradisional, industrialisme tidak tertarik pada perbedaan status dan wewenang dalam keluarga tradional, dengan demikian menjauh orang tua dengan anak-anka, suami dari istri industrialisme menghentikan kesinamungan keluarga tradisional, dalam masyarakat industri keluarga  tidak dapat berfungsi sebagai kelompok tberhadapan muka (face to face group) kecuali pada saat tertentu saja.

Ketiga, industrialism menghancurkan keluarga luas(extended family). Keluarga luas sering menjadi terpencar-pencar, “suku cadang” keluarga besar ini tinggal di tempat berbeda-beda.

Keempat, industrialisme mengubah secara radikal lingkungan fisik keluarga dan akibatnya menimbulkan perubahan-perubahan tertentu dalam struktur keluarga. Jadi, dengan cara-cara begini industrialisme menyelapkan hubungan-hubungan yang selama ini di pertahankan secara ketat dalam keluarga tradisional. Semua kebutuhan psikologi mendasar dari pria dan wanita akan keberadaan keluarga tetap ada. Yang telah berubah adalah cara-cara memenuhi kebutuhan ini dalam masyarakat industri, yang telah berubah ialah bentuk keluarga, yaitu struktur hubungan internnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s